Demi Nuffi van Holland

Aku bikin blog ini dengan kesadaran penuh ingin bertemu dengan yang terkasih, Nuffi seorang. November 2008 lalu ia pergi ke Belanda. Di Eindhoven, Nuf-nuf pengen ngerebut gelar tertinggi di bidang arsitektur.

nuffi bareng vitruvian man
Emang kagak berasa jarak ribuan kilo memisahkan Eindhoven n Jakarta. Sampe-sampe kalo telponan apa chatting kagak sadar kalo kita dibatesin ruang dan waktu. Emang bener Thomas Friedman bilang. The world is flat. Dunia kita udah datar.
Secara emosional, keterikatan Belanda denganku kini terasa begitu kuat. Juga sama Indonesia tercinta. Holland tak bisa lepas dari ketergantungan pada negeri ini. Bermula sejak kedatangan Cornelis de Houtman, menjajah 350 tahun sampai lahirnya Politik Etis yang berkehendak membalas budi kepada Indonesia.
Bila bukan karena bangsa ini, bisa jadi Londo atawa Holland alias Netherland sudah lenyap dari peta bumi. Tenggelam ditelan zaman. Mau bukti? Coba aja puter ulang mesin waktu. Hihihi…
Dunia pun bisa jadi kagak kenal nama-nama harum di jagat sepak bola layaknya Marco van Basten apa Ruud Gullit yang mengagumkan di Euro 1988. Catat pula nama Johann Cruyff atau Rinus Michel yang legendaris lewat total football-nya di era 1970-an.
Di ajang Euro 2008 kemaren, Pasukan Oranje tampil begitu menghibur. Arjen Robben dkk bermain ciamik sebelum ironisnya terhenti di tangan Pasukan Meneer Guus Hiddink yang memoles Rusia.

mandi oranje
Balik ke hubungan dua negara ini, Belanda dan Indonesia emang tak terpisahkan bagai sekeping mata uang. Saling bergantung. Tapi lantas bukan gara-gara itu Belanda ingin jadi pusat pendidikan Eropa.
Kurikulum bahasa Inggris, pendidikan berkualitas dengan harga terjangkau, sarana transportasi yang nyaman serta keterbukaan masyarakat jadi sederet keunggulan Negeri Kincir Angin.
Belajar di Belanda lebih menguntungkan dibanding negara Eropa lain sebangsa misalnya Inggris atau Prancis. Kagak percaya? Ini buktinya.
Pertama, kuliah di Belanda lebih murah daripada kuliah di Inggris. Rata-rata biaya kuliah di Belanda buat master sekitar sembilan ribu euro (Rp127,8 juta) per tahun. Kalo kamu warga Uni Eropa jauh lebih murah. Sekitar 1500-an euro (Rp21,3 juta) per tahun buat kuliah master.
Kalo kuliah sarjana alias bachelor di Belanda, sekitaran 6000 euro per tahun (Rp85,2 juta). Bandingin dengan biaya kuliah di Inggris. Untuk sarjana rata-rata sekitar sembilan ribu poundsterling (Rp142,2 juta) per tahun.
Kenapa murah? Ada subsidi bejibun dari pemerintah Londo. Pendidikan prioritas sangat penting di Negeri Kincir Angin. Dan mahasiswa Jerman paling manfaatin. Mereka mahasiswa asing terbanyak. Indonesia? Jangan takut tersesat. Ada di posisi kelima.
Kedua, kalo di Prancis, negerinya Nicholas Sarkozy, kamu harus cas-cis-cus gape dulu bahasa Prancis yang sengau itu baru bisa kuliah. Beda sama di Holland. Kamu bisa kuliah tanpa harus jago bahasa Belanda. Segambreng jurusan yang pake bahasa Inggris. Di sini pun sebagian besar orang bisa bahasa Inggris. Jangan takut deh. Masih belepotan juga? Pake aja bahasa Tarzan. Auooo…hehehee…
Alasan ketiga, kenapa Belanda, karena sebagian besar jurusan di universitas Belanda masuk peringkat 200 besar dunia. Ekonomi? Ada Tilburg University. Nomor satu di Eropa untuk Ilmu Ekonomi. Nomor tiga untuk jurusan bisnis. (www.tilburguniversity.nl).
Ambil bisnis? Ada Erasmus University of Rotterdam yang berdiri sejak 1913. Masuk 200 besar universitas terbaik dunia versi Times Higher. Sekolah bisnis Erasmus juga jadi rujukan The Economist, Financial Times, Wall Street Journal. Belom lagi TiasNimbas Business School yang ada di Utrecht. Keren deh!
Teknik? Ada University of Twente, Delft University of Technology n of course, my Nuf-nuf campus, Eindhoven University of Technology (Tu/e). Tertarik ambil sains? Ada Utrecht University yang terkenal dengan risetnya. Nomor tujuh di Eropa dan nomor satu di Belanda menurut survei Jiao Tong University of Shanghai.

sekilas eindhoven
Itu baru dari jurusan. Ada alasan lain yang juga penting. Orang-orang Belanda yang ramah dan terbuka. Multikultur. Ringan tangan. Nuffi cerita kalo julukan bayar ala Belanda (yang identik dengan sifat pelit) itu nyaris tidak dia temui. Rata-rata mereka penolong. Termasuk dosen-dosennya. “Aku sampe gak enake, Ton…”
Alasan berikut keistimewaan lainnya, yakni letak Belanda yang ada di tengah-tengah Eropa. Kemana-mana dekat! Mau ke Italia, Prancis, Jerman, Belgia. Sebut saja. Tinggal naik kereta yang gampang dan hemat. Bukan impian kita bisa merasakan denyut nadi Eropa. Indahnya! Gak susah kayak Inggris, boo…Yang masih dibatesin lautan. Untung kagak naek getek…
Alasan terakhir yang gak kalah penting yaitu fasilitas transportasi umum yang nyaman dan menyenangkan di Negeri Kincir Angin. Mau sehat? Pergilah ke Belanda. Soalnya, di sini kemana-mana kamu tinggal goes sepeda ontel. Asal kaki kuat tentunya.
Masyarakat sono kagak keliatan kalo mereka orang kaya. Batasannya kagak jelas kamu orang kaya apa miskin. Rata-rata mirip. Tinggal di flat plus punya sepeda. Jarang naek mobil. Yang bedain cuman rekening di bank. Jelas dari sini, kagak ada kesenjangan sosial yang keliatan banget di Tanah Air. Gengsi lebih ditonjolin di Indonesia.

nuffi naek getek belanda
Dari semua uraian di atas, udah jelas pilihan kamu semua? Pergi ke Belanda demi mencapai masa depan lebih baik selain mengenyam pengalaman Eropa. Kagak gablek duit? Ada banyak beasiswa ke Holland dari Neso Indonesia, organisasi resmi tentang pendidikan Belanda di Indonesia. Setahun ada 300-an mahasiswa yang dapet.
Tunggu apa lagi? Kalo kamu mau info lebih lengkap tentang pendidikan di Belanda, klik aja www.studidibelanda.com. Apa situs Neso, yang ngasih tau a-z tentang pendidikan di sono di alamat www.nesoindonesia.or.id. Kalo kamu mau tau langsung jurusan internasional apa aja yang update bisa kita ikutin kuliah, silakan klik www. studyin.nl.
Kalo aku sih jelas. Pengen cepet-cepet jejakin kaki di Bandara Schipol supaya bisa ketemu n tertawa riang bareng Nuffi tersayang. Ooh, Nuffi van Holland! Sabar neng. Abang kan datang di bulan Juli bareng pemenang kompetiblog!!! Eng-ing-eng!!!
sumber foto: nuffi
kecuali foto mandi oranje. Sumber: reuters

oke
uhuk … uhuk … romantis ni ye
iri deh ma nuf-nuf … fotonya bagus2, ngeblognya kalo bisa diterusin yach? salam kenal, dapet alamat blog ini dari daftar peserta kompetiblog
hehehe..thank you nadya…aku lagi belajar nge-blog nih. masih cemen jadinya. kamu UGM juga toh? jurusan apa? dulu aku fisipol komunikasi angkatan 96. wah, salam kenal juga ya…makasih nad…
Dear friends, ini nuffida, yang foto-fotonya jadi sumber blog Tono ini. Apa yang ditulis Tono betul-betul menggambarkan kondisi dan segala hal yang umumnya dirasakan mahasiswa Indonesia di Belanda. Termasuk aku, tentu saja.
Dalam banyak hal, Belanda melengkapi perjalanan hidupku. Going ‘Dutch’ sebagaimana yang kita ketahui bersama, bisa berarti banyak hal.Tidak hanya ‘bayar sendiri-sendiri’ tetapi juga bisa berarti bertanggung jawab terhadap diri sendiri, segala hal yang kita lakukan dan segala konsekuensinya.
Belanda bisa berarti banyak hal tetapi nilai-nilai yang tidak jauh berbeda dengan nilai-nilai yang kita pelajari di Indonesia, betul-betul sangat membantu untuk segera dapat beradapatasi. Nilai-nilai utama yang bisa segera diserap adalah kejujuran dan keyakinan pada diri sendiri.
Orang Belanda mungkin nampak formil, kaku dan menjaga jarak. Tetapi sesungguhnya, di balik segala yang tampak, adalah hati yang sangat lembut dan baik hati. Bisa dimaklumi, sebagai negara yang tidak terlalu luas dibandingkan seluruh daratan Eropa, karakter yang demikian adalah bagian dari upaya untuk tetap bisa eksis sebagai salah satu negara maju di Eropa.
Berada di sini, berarti belajar untuk hidup sederhana, jujur pada diri sendiri dan teguh terhadap prinsip, apapun hal yang kita hadapi. Hal-hal yang sulit kita kembangkan di tanah air, kalau kita tidak berada dalam sistem yang tepat. Belajar di negara lain, memberi kesempatan untuk menyerap nilai-nilai yang baik untuk bisa diterapkan pada diri sendiri.
Dan untuk mahasiswa Indonesia, berada di sini, apabila memandangnya dari sudut pandang yang tepat, betul-betul terasa seperti rumah ke dua, setelah Indonesia. It will be more fun, if you, folks, love soccer or football that much! Here is the place!
TU/e Eindhoven, adalah pilihan universitas , pada saat di Indonesia karena sebuah alasan luar biasa : satu kota dengan PSV Eindhoven, hahaha…Kadang-kadang jalan hidup membawa kita pada hal luar biasa, dengan alasan yang demikian sederhana.
Dan dengan belajar bahasa Belanda, kalian akan diantarkan pada sebuah ‘bahasa gaul’ yang luar biasa efektif, karena tidak banyak yang menguasainya di dunia, seperti bahasa Inggris, bahasa Spanyol atau bahasa Mandarin. Ada dunia yang luar biasa ‘exciting’ dan ‘unpredictable’ di balik segala hal yang nampak, teman-teman..dan aku cukup beruntung setelah 3 tahun, bisa juga berada di Netherlands.
Aku cukup beruntung, memiliki seseorang seperti Tono, yang mampu menggambarkannya dalam tulisan ini dengan akurat, bagaimana sesungguhnya perasaan,pengalaman, dan sudut pandangku selama berada di sini. Moga-moga comment ku ini, bisa menambah lebih banyak tanggapan ke blog Tono ya…
Teman-teman, this is a very accurate writes about the Netherlands, so, it would be very beautiful if many more will give the comments on Tono’s blog. He is in many aspects , are sooo much like me : deeply honest to the core!:)
Ton, moga-moga semakin banyak tanggapan ya, supaya kesampaian juga nengok TU/e, Stadion Phillips, minum kopi bareng, nonton bola dan jadi tifosi:), liat gimana ‘total football’ di lapangan hijau, dan ngeliat ‘how moooiiii’ nya Belanda….Let’s have everything ‘gezelig’ and ‘gedogen’, folks! Kurang lebih artinya : ‘toleransi’ dan ‘tenggang rasa/tepa slira’…Mooi ya?Be here, and let’s going Dutch!:)
Take care, Ton…May God bless everyone and you, a lot of happiness , today and always…amin
Uhuy…uhuy…cuit cuit. semoga yang kali ini berhasil membawa bahagia ton.
addddduuuuhhh makasih banget my dear nuffi van holland…maaf ya aku gaptek plus baru buka email, jadi tulisanmu baru bisa nongol hari ini…
thank you so much, my dear…
miss u…
selamat ya, jadi pemenang..salam kenal
makasih juga ifta..gak nyangka..abis semua serba buru2…omong-omong,aku tau menang itu dari kamu loh..hehheee…salam kenal juga ya….thanks a lot…
Mas Tony,
Saya Feba dari Radio Nederland. Boleh wawancara, nggak?
Kalau nggak keberatan, tolong hubungi saya, ya, Mas.
Makasih banyak loh.
Salam,
-feba-
wawancara??? hehehe..tersanjung nih..busyet??? apa kagak salah mas feba??? hmmm, boleh deh…(sok cool)…hehehee…thanks ya…
Selamat ya…. dapat notebook
Salam kenal.
lam kenal juga den baguse..thanks atas ucapan selamatnya…semoga bahagia…
Whuaaah jadi pengen merasakan belajar ekonomi di sana. Doakan saya!
ya. banyak yang akan doakanmu gandhi. kita sama2 usaha ya. semangat!
selamat yaa..heueheu
salam kenal mas,
salam kenal juga uji…thanks