Munich | Jurnal Nasional
Sebagai manusia memang tak boleh takabur. Contohlah Arjen Robben, pahlawan kemenangan Bayern Munich atas Olympique Lyonnais pada laga pertama semifinal Liga Champions Kamis (22/4) kemarin di Allianz Arena. Ia merendah ke bumi. Menurutnya belum ada kepastian siapa yang lolos ke puncak tertinggi Eropa.
“Belum ada yang ditentukan. Hanya keuntungan tipis saja. Kami punya tugas berat di Lyon,” ucap penyerang yang sudah mencetak empat gol di Champions ini dikutip UEFA.com.
Sepakan dari jarak 25 meter dari Robben jadi satu-satunya faktor pembeda duel antara tuan rumah Bayern versus Lyon. Bukan ogah bersenang bila Robben “dingin” merayakan gol sepakannya. Tapi memang pemain Belanda itu sadar masih ada tugas berat “Die Roten” Bayern pada duel di kandang Lyon pekan depan.
Juara empat kali Champions asal Jerman itu akan datang ke Stade de Gerland Rabu (28/4) dini hari depan tanpa Franck Ribery. “Si Codet” asal Prancis itu harus keluar lapangan lantaran dikartu merah wasit Roberto Rosetti delapan menit sebelum jeda.
Robben pun sadar keapesan Bayern lantaran keluarnya Ribery ketika jasanya tengah dibutuhkan. “Susah main sepuluh lawan sebelas. Kami harus berjuang ekstra 20 persen lebih banyak. Tapi waktu Lyon juga kena kartu merah (Jeremy Toulalan harus menerima dua kartu kuning di awal babak kedua), maka kami langsung bermain sangat bagus,” lanjutnya.
Sekali lagi Bayern harus menunggu gol dari “si kidal lincah” ini di menit 69. Robben membuktikan diri sebagai pemain tak tergantikan laksana golnya ke gawang Manchester United dan Fiorentina. Kali ini sepakan kerasnya dari luar kotak penalti yang berbelok tipis lantaran terkena kepala Thomas Mueller, langsung menggegap-gempita sekitar 68 ribu pasang mata yang memadati stadion.
Namun ada noda dari permainan cemerlang pemain 26 tahun ini. Dia bertengkar dengan sang pelatih Louis van Gaal di pinggir lapangan. Robben tak puas harus diganti Hamit Altintop di menit 85 ketika permainannya tengah memanas. Sebagai sesama orang Belanda, akhirnya Robben mau juga minta maaf. Sing waras ngalah. Begitulah kira-kira.
“Saya punya perasaan kuat di puncak permainan dan saya seharusnya bisa cetak gol lagi. Karenanya saya tak tahu kenapa diganti. Namun atas perilaku saya itu saya sudah minta maaf kepada seluruh fans karena saya tak boleh begitu. Saya harus lebih profesional. Tapi ini hanya sebagian dari mental saya yang selalu mau menang,” ucapnya dikutip Soccernet.
Warna merah sebagai kebanggaan Bayern pun menjulang ke angkasa menggambarkan kegembiraan sang tuan rumah. Dan atas perannya membelokkan tipis arah bola Robben sehingga tak kuasa dijangkau Hugo Lloris, Mueller berucap terima kasih pada “gagalnya dia bertemu tukang cukur langganan.”
Tapi tentang final, dia bicara serius. “Menuju final kami hanya satu kali laga tandang lagi. Kita lihat saja bagaimana akan berlaku di Lyon. Tapi saya pikir kami akan baik-baik saja dan saya sangat optimistis,” ucap pemain 20 tahun yang datang ke Jakarta bersama tim Bayern tahun 2008 lalu itu.
Seturut dengannya, Pelatih Bayern Louis van Gaal juga yakin berat bisa ke final. “Saya sangat puas. Saya pikir kami menunjukkan kepada Eropa betapa kuatnya kami. Kami menunjukkan mampu mendominasi permainan bahkan waktu sepuluh lawan sebelas orang,” ucap pria Belanda ini dikutip Reuters.
Hasil Akhir
Bayern Munich 1-0 Lyon
Arjen Robben (69)
Susunan Pemain
Bayern Munich 4-4-1-1
Butt; Lahm, Van Buyten, Demichelis, Contento; Robben (Altintop 85), Schweinsteiger, Pranjic (Gomez 63), Ribery; Mueller; Olic (Tymoshchuk 46).
Kartu merah: Franck Ribery 37
Olympique Lyon 4-2-3-1
Lloris; Reveillere, Cris, Toulalan, Cissokho; Gonalons, Kallstrom; Ederson (Bastos 70), Pjanic (Makoun 56), Delgado (Govou 79); Lisandro.
Kartu merah: Jeremy Toulalan 54
Statistik Pertandingan
Bayern Munich Lyon
1 Gol 0
4 Tendangan ke gawang 1
15 Tendangan melenceng 7
1 Penyelamatan kiper 3
11 Pelanggaran 14
9 Sepak pojok 3
4 Offside 4
67% Penguasaan bola 33%
1 Kartu kuning 1
1 Kartu merah 1
(topsoccer-jurnalnasional, edisi jumat 23 april 2010)


